Tiger chasing a deer

Tiger chasing a deer

Dalam kehidupan sehari-hari, kadang kita perlu melakukan suatu itu dengan cepat (melakukan perpindahan/gerakan/aktifitas) dengan waktu lebih pendek, jika itu adalah sesuatu yang merupakan suatu kewajiban, kebaikan. Ini bersifat universal, dan saya tulis disini sebagai pendapat pribadi untuk nasihat dan pengingat diri pribadi (bisa jadi salah), mungkin bermanfaat. Cepat, berdasarkan parameter nilai kecepatan. Tetapi bagaimana jika belum memungkinkan berhasil/memenuhi?

Dalam Islam, contoh yang baik/perlu dilakukan dengan cepat/segera misalnya adalah kebaikan tentunya secara umum, secara khusus misalnya menguburkan jenazah, mengangkat pemimpin (misal khalifah, jenazah RasulAllah menunggu 3 hari baru dikubur karena menunggu diangkatnya khalifah sebagai pengganti), menikahkan anak gadis (baligh dan siap menikah/dibekali pengetahuan rumah tangga), pemuda (baligh) segera bisa memenuhi minimal kebutuhan pribadi tanpa tergantung orang tua, menikah bagi pemuda (baligh) dan sudah siap finansial, sholat jika sudah masuk waktunya, dll.

Kata yang hampir sama dengan cepat, melakukan sesuatu dengan waktu lebih pendek tetapi kadang mempunyai makna nilai negatif adalah tergesa-gesa. Jika perhitungan atau analisa sudah jelas, maka sesuatu akan bagus atau tidak apa jika dilakukan tergesa-gesa. Misalnya: membayar zakat, memberikan sesuatu kepada yang berhak menerima dan perhitungan jelas, ataupun infaq/shodaqoh yang lain, membayar hutang (bukan malah menunda-nunda). Tetapi tergesa-gesa bisa negatif, misalnya jika: sholat (tidak tuma’ninah), dan perbuatan negatif/buruk lainnya secara umum.

Need speed up! atau mempercepat, kata kerja cenderung positif yang artinya bisa untuk banyak hal. beberapa hari dan bulan belakangan ini saya sering mengucapkan kata ini kepada keluarga, terutama istri tercinta, juga anggota keluarga yg lain. Disaat kita sudah menemui jalan buntu, setelah melakukan banyak analisa. Disaat melakukan dengan cepat mempunyai probabilitas berhasil kecil, dan untuk menghindari dari tergesa-gesa dan akhirnya gagal sehingga menghabiskan/membuang sumberdaya waktu yang sangat berharga.

Dengan mempercepat, jika terukur maka akan kita dapatkan nilai percepatan, dan kecepatan terhadap waktu, sehingga kesimpulan akhir akan menghasilkan predikat nilai cepat atau mungkin masih bisa dianggap lambat. Suatu entitas mesti akan mempunyai parameter masing-masing. Bagi kita yang menjalani, sebaiknya kita menggunakan parameter/tolok ukur sendiri. Sukses/gagal mempunyai banyak sekali tolok ukur, dunia dan akhirat (bagi mukmin).

Jika target sudah jelas, tercapainya hanya masalah waktu. Percayalah, InsyaAllah mempercepat adalah solusi/jalan terbaik yang perlu kita tempuh. Jauh lebih baik daripada jumud lalu futur (bukan future), stagnan, berhenti ditempat, tidak ada kemajuan, lalu menyerah (keluar dari arena), mengalir saja mengikuti arus seperti zombie. Kita semua harus berusaha, berjuang! Demi masa depan yang lebih baik walaupun suatu saat, akhirnya kita mesti akan mati juga.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
Mempercepat, Saat Kecepatan Belum Terpenuhi, Cepat Belum Memungkinkan, 10.0 out of 10 based on 1 rating

1 Response » to “Mempercepat, Saat Kecepatan Belum Terpenuhi, Cepat Belum Memungkinkan”

  1. ary says:

    mas sugeng gmana kabar? sekarang posisi di surabaya? boleh minta no hp ato email?

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

 



Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can
take care of it!